PENGERTIAN BASIS DATA (DATA BASE)

PENGERTIAN BASIS DATA (DATA BASE)

by.Wulan Suciana Putri/48212092/2da02

 

 

Pada pelajaran softskills kali ini membahas tentang “Basis Data” . Seperti  yang  kita tau Basis Data mengandung  dua  unsur kata yaitu Basis dan Data.  Basis adalah pusat,markas,wadah berkumpul atau bersarang.

Data adalah kumpulan-kumpulan catatan  yang  bersifat fakta dapat berupa angka,huruf,gambar ,pergitungan dll.

Dari dua kata tersebut kita mendapatkan apa itu basis data.Untuk lebih memahami apa itu Basis Data ,berikut adalah contoh cerita dari basis data.

 

Basis data sangatlah dibutuhkan untuk semua bidang dari yang paling simpel sampai dengan kompleks,yang dimaksud kompleks kali ini seperti bidang perekonomian dalam bidang  Perbankan. Perbankan adalah sebuah bisnis dalam bidang simpan dan pinjam uang yang pasti membutuhkan  tempat ekstra untuk menyimpan semua kejadian ekonomi dari  transaksi penerimaan dan penggeluaran . Bersyukurlah karna teknologi sudah berjalan dengan pesat sehingga semua kegiatan yang dijalankan dengan bantuan elektronik menjadi lebih efesien dan efektif dengan harga terjangkau , karena  dahulu  tidak semua orang dapat memiliki  komputer dikarnakan harganya  yang lumayan mahal.

 

Dari komputer tersebut kita menyimpan semua data yang kita inginkan . Bayangkan berapa banyaknya lemari dan kertas  yang dibutuhkan agar bank tersebut dapat terus beroprasi dan tetap melayani  cotumernya dengan baik . Disinalah kengunaan dari Basis Data atau Data Base sangat dibutuhkan dalam kegiatan yang kompleks ,karna kita tidak perlu menyediakan ruang lebih besar dan lemari-lemari berkas untuk menyimpan semua yang kita butuhkan . Basis Data ini tidak hanya terdapat dikomputer tetapi terdapat juga di handphone, tablet dll.

 

Dengan demian Basis Data adalah  suatu wadah untuk menyimpan kumpul data yang saling terhubung satu sama lain di komputer yang dapat kita  kelolah seperti  manipulasi data dan mempercepat  pengambilan data  menggunakan perangkat lunak “query”.

 Setelah kita tau apa itu basis data dapat disimpulkan bahwa basis data dapat diibartkan seperti rumah yang memiliki komponen seperti kamar dan perabotan pendukungnya.Berikut adalah komponen  basis data:

-Table adalah tempat untuk menyimpan data yang sudah diakses”digunakan”

-Record adalah  isi adata yang telah diakses

-Field adalah memberi  tanda penggenal pada data sesuai kelompoknya 

JUMBLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN 2013

JUMBLAH PENDUDUK INDONESIA TAHUN 2013

 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyampaikan pada tahun ini penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 250 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,49% per tahun.

“Tahun 2013 diperkirakan penduduk Indonesia capai 250 juta,memang merupakan
angka yang cukup tinggi yang disebabkan Kuantitas, Kualitas dan Dinamika.
Secara Kualitas, di pengaruh  jumlah,struktur dan penyebaran.

Struktur tersebut dipengaruhi oleh Triple Burden, yaitu jumlah usia sekolah dan balita sebesar 28,87%, angkatan kerja 63,54%, dan lansia mencapai 7,59%, bila angka ini terus meningkat terutama lansia yang saat ini sudah menembus angka 17 juta jiwa.

Faktor secara kuantitatif adalah pesebaran yang fokus pada pulau Jawa, sementara itu, faktor lainnya selain kuantitas adalah kualitas yang mencakup kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.Dengan demikian masalah dalam kependudukan di Indonesia ini adalah tingkat fertilitas dan mortalitas yang masih stagnan.

Ditambah angka kelahiran dan kematian bayi yang tak sesuai dengan program Keluarga Berencana yang  dibuktikan dengan data unmeet need dan pasangan yang tidak  menggunakan KB lagi dan fasilitasnya yang tidak terlayani dengan baik.

 

SUMBER :: http://health.liputan6.com/read/521272/bkkbn-tahun-ini-penduduk-indonesia-capai-250-juta-jiwa

kondisi pada pascal menentukan bilangan ganjil/genap

kondisi pascal menentukan bilangan ganjil/genap pada pascal

 

uses crt;

var  j,k,l,m,n :integer;

procedure input

begin

write (‘inpu bilangan : ‘);

readln (n) ;

end;

function proses (nilai  :integer) :integer;

-begin

1I :=0

for i :=1to nilai do

begin

if nilai mod 1=0 then

begin

1 := 1+1 ;

end;

end;

proses :=1;

end;

begin

clrscr;

input;

output(n);

readln;end.

 

 

-buka pascal lalu tulis

-uses crt;

menunjukan bahwa program tersebut mengunakan unit yang ada di library seperti judul program yang diikuti file lain

-var  j,k,l,m,n :integer;

tipe data yang digunakan sebagi hasil ouput adalah sesuai yang kita input divar,karna VAR  J,K,L,M,N adalah huruf dan bukan penjumblahan maka kita menggunakan variabel INTEGER.

funsgsi dari ; menanndakan bahwa step program tersebut masih akan terus berlanjut

-procedure input

untuk memanipulasi /edit data yang dimaksukan

-begin

untuk memulai  statment selanjutnya

-write (‘inpu bilangan : ‘);

readln (n) ;

end;

menunjukan  bahwa saat diruning ia akan menampilakn data / nilai yang kita input writeln, dan readln berguna untuk membaca nilai/data yang kita input saat diruuning dan akan menyimpannya kevariabel yang kita gunakan tadi ,end; akan menyelsaikan sattment tadi namun bukan untuk keseluruhan statment

-function proses (nilai  :integer) :integer;

kegiatan untuk menghasilakn nilai khusus yang disimpan dikomputer yanng dapat kita pangil dalam suatu statmen (ada statment didalam statment)jadi varuabel yang kita gunakn diawal adalah integer maka didalamnya kita akan mengunakan integer juga

-begin

1I :=0

for i :=1to nilai do

begin

if nilai mod 1=0 then

begin

1 := 1+1 ;

end;

end;

proses :=1;

end;

 

menunjukan bahwa iaakan memulai statmen dari function bila i bernila 1 lalau lakukan dan mulai 1+1=0 maka hasil bagi nilai 1 = 0 akan 1 lalu proses 1 dan statment selesai

-procedure output (nilai  :integer) ;

begin

if proses (nilai) = 2 then

write (nilai, ‘adalah bilangan prima ‘)

else

write(nilai , ‘adalah bukan bilangan prima ‘);

end;

menunjukan bahwa procedure tersebut dapat memanipulasi/edit data yang dioutput yang bernilai integer

 

dan memulai proses bila nilai yang diinput saat runing adalah 2 maka akan menghasilakan bilangan prima namun bila tidak menghasilkan 2 akan menghasilan bukan prima dan sattment tersebuta selesai untuk function tersebut.

-begin

clrscr;

input;

output(n);

readln;end.

menunjukan untuk memulai program yang digunakan untuk menghapus input saat run dan mengoutput hasil yang  dimasukan dann menanpilaknnya dimonitor dan end. mengakiri segala statment.

 

 

 

                     

 

 

 

kondisi pada pascal

wulan suciana utri,48212092,1da02,softskills tulisan

 

mebuat bilangan 1a 1a 2b bersusun seperti tangga

 

uses crt;

var  a,b: integer;

begin

for a:=1 to 4 do

begin

if b mod 2=0 then

write (b,’b’)

else

write (b, ‘a’);

end;

writeln;

end;

readln;

end.

 

HASIL OUTPUT

1A

1A2B

1A2B3C

 

1.membuat bilangan bersusun pada program pascal

 

buka program pascal lalu tulis

-uses crt;

menunjukan bahwa program tersebut mengunakan unit yang ada di library seperti judul program yang diikuti file lain.

-var a,b:integer;

tipe data yang digunakan sebagi hasil ouput adalah sesuai yang kita input divar,karna VAR  A,B adalah huruf dan bukan penjumblahan maka kita menggunakan variabel INTEGER.

funsgsi dari ; menanndakan bahwa step program tersebut masih akan terus berlanjut

-begin

 

untuk memulai  statment selanjutnya

-for  a:=1 to 4 do

begin

for  b:=1 to a do

begin

menujukan bahwa  a bernilai 1 ke 4 lakukan dan mulai,for b menunjukan bahwa b bernilai 1 ke a lakukan dan mulai

-if b mod 2=0 then

write (b,’b’)

else

write (b, ‘a’);

end;

menujikan bila hasil bagi nilai b adalah 2=0 maka akan tercetak “b”

bila tidak maka akan tercetak “a”

dan berakhir namun masih akan terus berlanjut statment berikutnya .

-writeln;

end;

readln;

end.

 

jika sudah menulis coding lalu compile / alt+c .jika sudah terdapat peryataaan seperti diatas maka sudah sukses dan klik run/alt+r.

 

 

BAB.8 Konsep strategi nasional dan implementasinya

SOFTSKILLS KEWARGANEGARAAN BAB.8 Konsep strategi nasional dan implementasinya

                                  

 Wulan Suciana Putri

1DA02

48212092

BAB.8

Konsep strategi nasional dan implementasinya

 

 

A. Pengertian Politik

Kata politik berasal dari bahasa Yunani yaitu Polistaia, kesatuan masyarakat untuk mengurus negaranya sendiri .

 

Arti  politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu :

1. Dalam arti kepentingan umum (politics)

Segala kegiatan umum yang  berada dibawah pusat kekuasaan  negara .

2. Dalam arti kebijaksanaan (Policy)

Mengunakan pertimbangan yang telah di fikirkan matang-matang demi menjamin terlaksananya cita-cita agar menjadi negara yang sejahtera .

 

 B. Dasar Pemikiran Penyususan Politik dan Strategi Nasional

 

Penyusunan politik dan strategi nasional mengarah pada sistem manajemen nasional yang berdasarkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam manajemen nasional sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyususan politik strategi nasional, karena didalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategi bangsa Indonesia.

 

C. Penyusunan Politik dan Strategi Nasional

 

Proses penyusunan politik strategi nasional pada infrastruktur politik berisi langkah pembinaan  dari masing-masing lapisan warga masyarakat dengan demikian kenyamanan bernegara dan bermasyarakat akan tercipta kesejahteraan dimasing-masing lapisan masyarakat.

 

D. Stratifikasi Politik Nasional

 

Stratifikasi politik nasional dalam negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Tingkat penentu kebijakan puncak
  2. Tingkat kebijakan umum
  3. Tingkat penentu kebijakan khusus
  4. Tingkat penentu kebijakan teknis
  5. Tingkat penentu kebijakan di Daerah

 E. Implementasi Politik dan Strategi Nasional

Implementasi politik dan strategi nasional di bidang hukum:

  1. Mengembangkan budaya hukum agar tercipta kesadaran dan kepatuhan hukum dalam kerangka supremasi hukum dan tegaknya negara hukum.
  2. Menata sistem hukum seperti saling menghormati antar umat beragama,perbaikan uud,keadilan gender.
  3. Menyelenggarakan proses peradilan secara cepat secara efesien dan efektive
  4. Meningkatkan pemahaman dan penyadaran, serta meningkatkan perlindungan. Penghormatan dan penegakan hak asasi manusia dalam seluruh aspek kehidupan.
  5. Menyelesaikan berbagai proses peradilan secara tuntas

 G.Implemetasi politk strategi nasional dibidang ekonomi :

 Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang adil dan sehat seperti kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, perlindungan hak–hak konsumen, serta perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

  1. Mengembangkan persaingan yang sehat dan adil
  2. Mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang menganggu mekanisme pasar, melalui regulasi, layanan publik, subsidi dan insentif, yang dilakukan secara transparan dan diatur undang–undang.
  3. Mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan atas kemanusiaan yang adil bagi masayarakat, terutama bagi fakir miskin dan anak–anak terlantar dengan mengembangkan sistem dan jaminan sosial melalui program pemerintah serta menumbuhkembangkan usaha dan kreativitas masyarakat yang pendistribusiannya dilakukan dengan birokrasi efektif dan efisien serta ditetapkan dengan undang–undang.
  4. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komperatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah, terutama pertanian dalam arti luas, kehutanan, kelautan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil dan kerajinan rakyat.
  5. Mengelola kebijakan makro dan mikro ekonomi secara terkoordinasi dan sinergis guna menentukan tingkat suku bunga wajar, tingkat inflasi terkendali, tingkat kurs rupiah yang stabil dan realitis, menyediakan kebutuhan pokok terutama perumahan dan pangan rakyat, menyediakan fasilitas publik yang memadai dan harga terjangkau, serta memperlancar perizinan yang transparan, mudah, murah, dan cepat.

 

H.Implementasi politik strategi nasional di bidang politik :

  1. Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bertumpu pada kebhinekatunggalikaan. Untuk menyelesaikan masalah–masalah yang mendesak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, perlu upaya rekonsiliasi nasional yang diatur dengan undang–undang.
  2. Menyempurnakan Undang–Undang Dasar 1945 sejalan dengan perkembangan kebutuhan bangsa, dinamika dan tuntutan reformasi, dengan tetap memelihara kesatuan dan persatuan bengsa, serta sesuai dengan jiwa dan semangat Pembukaan Undang–Undang Dasar 1945.
  3. Meningkatkan peran Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan lembaga–lembaga tinggi negara lainnya dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif.
  4. Mengembangkan sistem politik nasional yang berkedudukan rakyat demokratis dan terbuka, mengembangkan kehidupan kepartaian yang menghormati keberagaman aspirasi politik, serta mengembangkan sistem dan penyelengaraan pemilu yang demokratis dengan menyempurnakan berbagai peraturan perundang–undangan dibidang politik

I.Implementasi di bidang pertahanan dan keamanan :

  • Menata Tentara Nasional Indonesia sesuai paradigma baru secara konsisten melalui reposisi, redefinisi, dan reaktualisasi peran Tentara Nasional Indonesia sebagai alat negara untuk melindungi, memelihara dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dari luar dan dalam negeri, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan memberikan darma baktinya dalam membantu menyelenggarakan pembangunan.
  • Mengembangkan kemampuan sistem pertahanan keamanan rakyat serta meningkatkan rasa nasionalisme.
  • Meningkatkan dan mengembangkat keamanan negara dengan mengunakan angaran yang memadai secara efesien dan efektive.

 sumber::http://arisandi21.wordpress.com/2011/05/24/politik-dan-strategi-nasional/

softskills kewarganegaraan bab.6 wawasan nusantara otonomi daerah

SOFTSKILLS KEWARGANEGARAAN BAB.6 wawasan nusantara ontomi daerah

                                  

 

 Wulan Suciana Putri

1DA02

48212092

24-04-2013

BAB 6

WAWASAN NUSANTARA OTONOMI DAERAH

 

ISI PEMBAHSAN :

6.1 Wawasan nusantara

6.2 Latar belakang Wawasan nusantara

6.3 Perwujudan Wawasan nusantara

6.4 Daerah otonom dan otnom daerah

6.5 Hubungan pemerintah pusat dengan daerah

6.6 Hubungan kewenangan  pusat dengan daerah

 

6.1 Wawasan nusantara

cara pandang bangsa indonesia mengenai lingkungan dengan mengutamakan kesatuan persatuan penyelengaraan bermasyarakata sesuai pancasila dan uud 1945

 

6.2 Latar belakang Wawasan nusantara

-sejarah

indonesia pernah dijajah ,terpecah dan memiliki wilayah terpisah

-geografis dan sosial budaya

bangsa negara indonesia merupakan heterogen yang memiliki vivi menjadi satu kesatuan

-geopolitis dan kepentingan nasional

 

6.3 Perwujudan Wawasan nusantara

 

-politik

agar pemerintahan yang kuat dan spiratif dibangun berdasarkan asa kedaulatan rakyat

-sosial budaya

sikap saling meghormati perbedaan

-ekonomi

meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil

-pertahanaan dan keamanan

kesadaran akan cinta tanah air sebagai partisipasi masyarakat

 

6.4 Daerah otonom dan otnom daerah

 

daerah otonom adalah kakuasaan yang dibatasi oleh wilayah dalam mengatur pemerintahan masyarakatsetempat berdasarkan sistem RI.

otonomi daerah adalah hak,kewajiban , daerah otonom untuk mnegatur kepentingan dan pemeritahan daerahnya sendiri sesuai uu

 

6.5 Hubungan pemerintah pusat dengan daerah

 

-hubungan wewenang kabupaten dan kota diatur untuk memperhatikan keragaman daerah dan kekhususan (pasal 18 a 1)

 

-hubungan keuangan pelayanan umum ,pemanfaatan sda antar peusat dan daerah dialkukan secara adil (pasal 18 2)

 

-negara mengakui dan menghormati pemeritnahan bersifat istimewa diatur uu (pasal 18 b 1)

-negara mengakui dan menghormati kesatuan hukum adat pada masyarakat sesuai prinsip diatur uu(pasal 18 b 2)

 

6.6 Hubungan kewenangan  pusat dengan daerah

 

-desentralisasi

penyerahan kewenangan  pemerintah ioleh daerah otonom

-dekomsetrasi

melipahkan wewenang kepada daerah otonom sebgai wakil pemerintah

-tugas pemntauan

pemda ikut serta dalam urursan pemeritnah dalam kewenangan luas/tinggi daerah tersebut

 

 

sumber http://www.slideshare.net/dik2baehaqi/wawasan-nusantara-dan-sistem-pemerintahan-daerah

softskills kewarganegaraan bab.1.pengantar kewarganegaraan

SOFTSKILLS KEWARGANEGARAAN BAB.1 PENGANTAR KEWARGANEGARAAN

                                  

 

 Wulan Suciana Putri

1DA02

48212092

24-04-2013

BAB 1

PENGANTAR KEWARGANEGARAAN

 

ISI PEMBAHASAN

1.1. Latar Belakang  Pendidikan Kewarganegaraan

1.2. Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan

1.3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

 

1.1. Latar Belakang  Pendidikan Kewarganegaraan

 

Untuk mencapai kesejahteraan suatu negara dibutuhkan perjuangan dimulai dari merebut kemerdekan Indonesia yang memnghabiskan banyak korban nyawa pahlawan . Semangat perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan spiritual melahirkan perjuangan fisik. Seiring perkembangan zaman globalisasi yang mana sudah menyatu dalam sendi-send kehidupan memungkinkan suatu negara dapat kehilangan jadi diri bangsanya mulai dari kebudayaan,style,makanan,elektronik dll.Daampak dari globalisasi itu yang memiliki dampak positif dan negatif, generasi muda adalah generasi yang rentan akan perubahanzaman sehingga memungkinkan bagi mereka untuk memilih budaya luar.

Dengan penuh perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan apakah pantas kita sebagi warga negara mengecekan mereka dengan lebih memintingkan negara lain ,disinilah sebab akibat dibutuhkan nya pendidikan kewarganegaraan guna memngingatkan generasi berikutkan dalam menjga dan menigkatkan wawasan  bernegara agar tidak kehilangan jadi diri bangsa indonesia.

 

1.2. Landasan Hukum Pendidikan Kewarganegaraan

 

-UUD 1945 yang membahas tujuan dan anspirasi kemerdekaan pada alenia 2 dan 4

-hak dan kewajiban dalam membela negara (pasal 31 ayat 1 uud 1945)

-hak memperoleh pendidikan (pasal 31 ayat 1 uud 1945)

-keputusan bersama  mendikbud dan menhankam

nomor 0221u/1973 tanggal 8 desember

-kep/b43/xiii/1967, keputusan yang menetapkan realisasi bela negara melalui jalur pengajaran pendidikan

-uud no.20/1982 tentang ketentuan pertahan negara 1982 n0.51

-surat keputusan bersama menkibud dan menhakam

no.061u/1985 tanggal 1 february.kep/002/1989 tentang sistempendidikan nasioanal

 

1.3. Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

-Tujuan Umum

memeberikan pengetahuan tentag hubungan antar warga negara dan pendidikan pendahuku bela negara agar dapat diandalakan negara

-Tujauan Khusus

agar generasi muda  dapat melaksanakan am dan kewaiban dengan jujur dan demokratis

diataranya:

dapat meyelsaikan masalah secara kritis dan bertangung jawab  berlandaskan pancasila

memiliki nilai sesuai pancasila

 

sumber http://pancasilazone.blogspot.com/2012/03/pendidikan-kewarganegaraan.html=——-nsjdhsjs